Templates by BIGtheme NET
Rumah » Kegiatan » FKPT SUMUT Beri Pemahaman Tentang Radikalisme dan Terorisme kepada warga kota Medan
15171003_1272274039504450_9155427267930075362_n

FKPT SUMUT Beri Pemahaman Tentang Radikalisme dan Terorisme kepada warga kota Medan

Walikota Medan yang saat itu diwakili oleh Asisten Pemerintahan Umum Drs Mulyahda Msi  yang membuka kegiatan ini menyampaikan bahwasanya sekarang ini perang tidak lagi seperti dulu lagi, tetapi sekarang perang saat ini dalam penggunaan tekhnologi, ekonomi, dan sebagainya. Ancaman terorisme dan terorisme juga termasuk didalamnya karena dapat menghancurkan kesatuan bangsa.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Lingkungan Masyarakat Kota Medan yang merupakan pihak penyelenggara kegiatan ini yang dilangsungkan di Madani Hotel Medan, Ceko Wakhda Ritonga sebagai kepala kesbangpol kota medan mengatakan kegiatan ini merupakan program tahunan kesbangpol kota medan sesuai BPA dengan tujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat luas dan juga terhadap pembangunan di tengah – tengah masyarakat yang multicultural. Beliau juga menambahkan jumlah kegiatan yang dihadiri 600 orang peserta yang dilakukan selama 3 hari. Hari pertama dari Kecamatan Medan Johor, kemudian Medan Amplas, dan setelah itu Kecamatan Medan Area.

Ketua FKPT Sumut Drs Zulkarnaen Nasution Ma selaku pembicara dalam kegiatan tersebut menjelaskan masyarakat Indonesia saat ini masih rentan terhadap radikalisme berbasis sosial keagamaan. Di daerah Sumatera Utara ada beberapa kelompok – kelompok radikal. Tahun 2015, penelitian FKPT Sumut dengan BNPT menunjukkan bahwa Sumatera Utara berpotensi kuat munculnya gerakan radikalisme dan tindakan terorisme. Contohnya saja terorisme yang di Gereja St.Yoseph dr mansyur, penyerangan polsek hamparan perak, perampokan Bank CIMB Niaga, dan juga baru – baru ini ada isu pemboman di kualanamu.

Zulkarnaen juga menyebutkan pemikiran radikal itu dibutuhkan, Indonesia tidak akan merdeka kalau Bung Karno dan Hatta tidak melakukan tindakan – tindakan radikal untuk menyelamatkan bangsa ini. Di dalam kehidupan ini kita butuhkan radikal, tetapi jangan sampai ke radikalisme. Nah, itu yang berbahaya”imbuh beliau

“Salah satu potensi radikalisme yaitu keraguan terhadap ideologi pancasila. Pancasila sudah final, tidak ada lagi dialog disitu, dan juga tidak ada diskusi disitu”tegas zulkarnaen.

Pola penyebaran radikalisme bisa saja melalui komunikasi langsung, melalui hubungan kekerabatan dan kekeluargaan dan juga melalui lembaga pendidikan.

 

Tentang fkptsumut

fkptsumut