Templates by BIGtheme NET
Rumah » Tak Berkategori » SMK Negeri 10 Medan memborong piala Lomba video Pendek “Kita Boleh Beda” yang diselenggarakan BNPT-RI dan FKPT Sumut

SMK Negeri 10 Medan memborong piala Lomba video Pendek “Kita Boleh Beda” yang diselenggarakan BNPT-RI dan FKPT Sumut

Aksi.Dutadamai.id.Medan – Siswa/I SMK Negeri 10 Medan berhasil mendapatkan predikat sebagai juara pertama dari lomba video pendek yang dengan tema “kita boleh beda” digelar BNPT (Badan Nasional Pencegahan Terorisme) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan terorisme yang berlangsung 16-17 November 2016 di Candi Hotel medan, Sumatera Utara . Juara 1 SMK Negeri 10 medan selain hadiah uang pembinaan sebesar 5 juta juga mendapatkan piala dan piagam penghargaan Kemudian juara keduanya diraih oleh pelajar SMA Shafiyyatul Amaliyyah yang mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta beserta piala dan piaham penghargaan, Sedangkan juara ketiga diraih Smk Negeri 10 medan yang mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 1 jt dan Piala.

Pengurus FKPT Sumsel Drs Zulkarnain Nasution Ma mengatakan kegiatan ini dilaksanakan di 32 provinsi di Indonesia dan Sumatera utara adalah daerah ataupun provinsi terakir

“Dari 10 video pendek yang masuk kemudian 2 video dinyatakan didiskualifikasi, juri telah menseleksi dari 8 video yang  ada dan menetapkan 3 yang terbaik.  dari 3 film tersebut akan diikutkan lomba pada tingkat nasional yang akan diselenggarakan Minggu depan,” Tutup beliau. Acara juga diisi dengan kegiatan dialog film sebagai gagasan media damai pada siswa siswa SMA/MA sederajat.

Kasubdit Pencegahan BNPT Dr Hj Andi Intan Dulung didampingi pengurus FKPT Sumatera Utara Drs Zulkarnain Nasution Ma, mengatakan, masyarakat dan remaja harus mendapat pemahaman ideology yang baik sejak dini. Sehingga ketika berbagai ajaran dan paham radikalisme masuk di satu kawasan tertentu, mereka tidak menjadi korban dari ajaran tersebut.

“Yang penting saat ini bagaimana menguatkan generasi muda, agar lebih cinta tanah airnya dan memiliki pemahaman tinggi hingga tidak mudah dimasuki paham radikalisme,” tegas Andi Intan.

Dia mengungkapkan, kemiskinan dan kebodohan salah satu penyebab masuknya ajaran terorisme dan radikalisme. Daerah yang aman, sangat berpotensi besar berkembangnya ajaran tersebut. Remaja yang berpendidikan rendah dan berada dalam kawasan yang miskin menjadi target masuknya ajaran tersebut.tutup beliau. (Famd)

Tentang fkptsumut

fkptsumut