Templates by BIGtheme NET
Rumah » Tak Berkategori » Ketidakadiln dunia memicu munculnya Radikalisme
261111-nasional4

Ketidakadiln dunia memicu munculnya Radikalisme

Ketidakadilan dunia menyebabkan munculnya radikalisme yang terdapat pada semua agama, bukan pada agama tertentu saja.

Pada dasarnya makna radikal bersifat positif  sebagai keberagamaan yang didasarkan pada paham mendasar. kemudian berkembang menjadi eksklusifme dan menegakkan paham keagamaan dengan cara-cara kekerasan 

“faktor penyebab munculnnya radikalisme antara lain himpitan sosial politik dan ketidak adilan dunia”, ungkap Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA

kegiatan yang digelar FKPT Sumut juga menghadirkan pembicara Jimmy Silalahi angoota dewan Pers mewakili ketua dewan Pers Prof.Dr Bagir Manan dan Wakil redaktur Waspada Drs. H. Sofyan Harahap.

Dihadapan Ratusan jurnalis dan mahasiswa, Syahrin Menyebutkan faktor lain munculnnya radikalisme karena kebijakan pemerintahan yang tidak adil. sementara media massa sering menjadi faktor Penyulut Radikalisme. ini akibat pemberitaan atau tulisan kurang objektif dan agitatif.

menyinggung akar historis keberagamaan yang moderat, Syahrin mengatakan agama masuk ke sumatera utara dengan jalan damai.

tidak terdapat perlawanan kaum agamawan terhadap kolonial bersifat personal.

Penguasa akomodatif

ormas-ormas keagamaan bersifat moderat (tidak ada pahlawan agamawan). penguasa akomodatif terhadap kolonialis (kerajaan kontrak kolonial bukan agamawan).

“kecenderungan radikalisme agama bersifat temporal mencenderung impor.” Radikalisme bukan produk sejarah sumatera utara karenannya masyarakat daerah ini dapat melakukan perlawanan kolektif terhadapnnya. ujar syhrin dalam dialog yang dibukak ketua FKPT Sumut.

H.Sofyan harahap melukiskan radikalisme maupun terorisme pada hakikatnya sudah berlangsung sejak zaman jahiliyah, masa kenabian, masa silam dan kelam. ini terjadi di semua bangsa maupun peradaban manusia di asia, eropa amerika dan timur tengah.

“Jadi tidak tepat , jika ada bangsa mendiskreditkan islam yang menyatakan islam identik dengan kekerasan. atau mengangkat istilah islam fundamentalis, islam radikal, garis keras dan sebagainya”

Bagi saya islam adalah agama penuh rahmat yang mengajarkan kebaikan bagi semua. kata sofyan dengan topik pembicaraan peran media masa cegah aksi radikal dan terorisme.

saat ini sebut dia media barat begitu dominan menguasai informasi dan mendiskriditkan umat islam dengan beragam informasi sepihak yang menguntungkan mereka saja.

pembicara tentang pedoman peliputan terorisme, jimi silalahi mengigatkan wartawan harus slalu menempatkan keselamatan jiwa sebagai perioritas diatas kepentingan berita.

Bekali Diri

saat meliputi sebuah peristiwa terkait aksi terorisme yang dapat mengancam jiwa dan raga, wartawan harus membekali diri dengan ralatan melindungi diri jiwanya.

wartawan selalu menempatkan kepentingan publik diatas kepentingan jurnal listik.wartawan yang mengetahui dan menduga sebuah rencana tindak terorisme wajib melaporkan kepada aparat.

” artinya tidak boleh menyembunyikan informasi itu dengan alasan untuk mendapatkan liputan eksklusif. soalnya wartawan bekerja nuntuk kepentingan publik sehingga keselamatan nyawa masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan berita”, ingat jimmy.

Tentang fkptsumut

fkptsumut