Templates by BIGtheme NET
Rumah » Tak Berkategori » Revitalisasi Ke’Arifan Lokal dalam pencegahan terorisme
syahrin1

Revitalisasi Ke’Arifan Lokal dalam pencegahan terorisme

Salam damai. semoga rekan setia pembaca artikel FKPT Sumut selalu dalam keadaan sehat. artikel kali ini merupakan materi perbincangan pencegahan radikalis dan terorisme dikalangan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan budaya Provinsi Sumatera Utara bersama Prof. Dr. Syahrin Harahap. MA beliau menyampaikan, teroris merupan klimaks dari radikalisme yang merupakan paham dan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam semua agama dan budaya masyarakat. terutama masyarakat Indonesia. oleh karenannya semua potensi yang dimiliki masyarakat perlu didaya gunakan untuk mencegah berkembangtnnya terorisme dan timbulnya tindakan-tindakan teror .

PENGERTIAN KE’ARIFAN LOKAL
Kearifan lokal berasal dari 2 kata yaitu Ke’arifan yang berarti Kebijaksanaan, dan lokal yang berarti Setempat. dalam studi Antropologi dikenal dengan istilah Localgenius oleh gabyw didefinisikan sebagai kebebasan yang telah mentradisi. dengan berbagai pengertianitu maka kearifan lokal dapat dipahami sebagai kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup dan pandangan hidup yang meng akomodasi kebijakan dan kearifan lokal.

karena kearifan lokal merupakan kebijaksanaan yang tidak terbatas, maka kearifan lokal dalam nilai-nilai yang dikandung dapat bersifat nasional, global bahkan kearifan lokal juga dapat dipahami sebagi perwakilan nilai-nilai rabanni(berorientasi ketuhanan)  yang ada didalam diri manusia.

dari berbagai kearifan lokal yang ada diindonesia yang paling populer ialah Toleransi dan Kehalusan Budi. begitu pentingnnya kearifan lokal, maka pada hampir semua budaya ada space untuk komitas lain dalam upacara adat. di Batak khususnnya di tapanuli Selatan terdapat raja tolbing batak atau raja dari kampung atau pihak lain yang dihormati sebagai raja dikampung yang mengadakan upacara adat. idiom ini mengandung nilai akomodatif terhadap perbedaan. dengan demikian masyarakat batak sangat arif didalam menyikapi perbedaan.

kearifan ini menjadi kontra terhadap radikalisme yang menggangap perbedaan adalah permusuhan. sebab sikap sosial melahirkan anggapan bahwa orang atau pihak lain ialah tawan.

pada saat yang sama kearifan ialah budaya indonesia yang mengedepankan kehalusan budipekerti, hampir semua budaya di indonesia memperlihatkan kehalusan budi pekerti, kehalusan budipekerti diaktualisasikan antara lain pada sikap di pertemuan pertama. kenyataan ini menunjukan bahwa perjumpaan setiap bangsa indonesia dimulai dengan senyuman.

PERBEDAAN KEARIFAN LOKAL  DI INDONESIA DENGAN TERORISME

KEARIFAN LOKAL

  1. Mengedepankan sikap toleransi
  2. cenderung pada prasangka baik
  3. menyampaikan pendapat dengan sya’iri
  4. suka pada kelembutan
  5. cenderung mencari titik temu
  6. menyelesaikan masalah dengan menang-menang, kalah-kalah

TERORISME

  1. Mengedepankan perlawanan
  2. cenderung pada prasangka buruk dan curiga
  3. menyampaikan pendapat dan ancaman
  4. suka pada kekerasan
  5. cenderung mencari perbedaan
  6. menyelesaikan masalah dengan menang kalah

APA YANG DAPAT MENDAMAIKAN DUNIA

Melihat kenyataan tersebut pertanyaan muncul tak terelakkan, siapa dan apa yang akan menorehkan perdamaian anak manusia didunia?  disinilah kearifan lokal harus kita toleh meski bukan satu-satunya tapi ini menaikan perasaan yang teramat penting. kearifan lokal yang mendorong penduduk kampung tersenyum kepada pendatang saat bertemu meskipun kita tidak tahu apa budaya dan agama dia bahkan apa urusan asing itu datang kekampung kita.

kearifan lokal tersebut dengan indah dimonstarasikan para pemimpin bangsa. pangeran diponegoro, imam bonjol, sisingamaraja, teuku umar, dan sejumlah nama yang tak mungkin kita sebutkan satu persatu. tokoh-tokoh itu menampilkan kearifan lokal yang sangat menawan. menampilkan sikap lembut dan kasih sayang kepada sesama umat manusia. kalau para pemimpin itu melakukan perlawanan kepada belanda bukan karena mereka benci terhadap agama, dan budayannya bahkan mungkin bukan karena memperebutkan kemerdekaan akan tetapi karena kompeni tersebut telah menginjak-injak kemulian dan harkat, serta tidak menghargai nilai-nilai kearifan lokal anak negri. akhirnya studi awal diatas memberi kejelasaan kepada kita bahwa revitalisasi kearifan lokal dalam mencegah berkembangnnya terorisme merupakan keniscayaan karena kearifan lokal merupakan kekuatan dari dalam diri manusia hingga ia lebih melekat dan bahkan cost yang sangat besar

akan tetapi kearifan lokal sering kali terhalangkan oleh sikap masyarakat yang pragmatis sehingga kesejatian persahabatan kemanusiaan menjadi tergadaikan.

oleh karenanya tugas kita ialah mengaktualisasikan kearifan lokal dalam menjawab tantangan zaman, termasuk fenomena kekerasan dan terorisme yang semakin menjadi gejala dunia.

Pemateri : Prof.Dr. Syahrin Harahap, MA
Penyunting : FamdMp

Tentang fkptsumut

fkptsumut