Templates by BIGtheme NET
Rumah » informasi » Mencegah Terorisme di Media Masa
_MG_1744

Mencegah Terorisme di Media Masa

MEDAN | DNA – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumut menggelar seminar yang bertajuk “Dialog Pencegahan Terorisme melalui Media”, di Hotel Grand Kanaya di Jalan Darussalam No 12, Medan. Tujuannya tak lain dalam mencegah terorisme lewat pemberitaan di media massa.

Dalam Acara tersebut, FKPT bekerja sama dengan Badan Nasional Pencegahan Teroris (BNPT) RI, dan turut mengundang Anggota Dewan Pers, Jimmy Silalahi selaku narasumber.

Dalam persentasenya, Jimly membeberkan mengenai kode etik dan panduan peliputan terorisme yang terkandung dalam salah satu UU Pers. Dalam materi yang dia sampaikan, disebutkan bahwa wartawan harus berhati-hati dalam menyiarkan berita terkait terorisme, karena berdampak pada psikologi masyarakat dan juga opini masyarakat terhadap terduga teroris.

Kemudian, Jimmy mengatakan, dalam kurun waktu setahun, dewan pers telah menangani 1.100 kasus sengketa pers yang 80% terselesaikan, dan 40% di antaranya berasal dari Sumut.

“Terakhir ini lebih dari 1 100 kasus yang kita tangani, pengaduan itu masuk melalui surat resmi, surat elektronik, twitter, media sosial dan banyak saluran-saluran lain yang kita sediakan dari dewan pers. Tapi intinya adalah, memang harus diakui hampir separuh di antaranya berasal dari Sumatera Utara,””ungkap Jimmy sembari mengkerutkan dahinya, di Ballroom Hotel Grand Kanaya di Jalan Darussalam No 12, Medan, Selasa (7/7/2015).

Jimmy mengingatkan, dari banyak kasus yang dilaporkan, kasus pelanggaran kode etik seperti memeras yang paling banyak ia terima. Hal tersebut, tegasnya, bukan karena media atau wartawan yang tidak berkompeten, melainkan kepentingan dalam mencari keuntungan. (dna|ams)

Tentang admin

Kemampuan saya mencari sumber berita yang aktual, memukau dan dapat dipercaya kredibilitasnya, membuat saya bergabung dengan JalanDamai ini. Saya memberikan informasi yang independen dan konsisten dengan Perjuangan.